Belajar Ikhlas
Jika memang kau yang terbaik untukku,
Allah takkan pernah salah menempatkan takdir.
Kita bisa saja tak lagi saling menyapa,
tak lagi berbagi cerita,
bahkan terpisah oleh benua yang jauh
dan waktu yang tak pernah kembali.
Namun bila namamu tertulis untuk hatiku,
jalan kita akan bertemu lagi,
tanpa harus aku memaksa,
tanpa harus aku mengejar bayangan
yang tak lagi menggenggam tanganku.
Dan jika ternyata kau bukan untukku,
sekuat apa pun aku bertahan,
kau akan tetap terlepas juga.
Sebab Allah mengajarkanku
bahwa cinta yang bukan milikku
tak akan pernah menjadi rumah.
Hari ini aku belajar ikhlas,
belajar merelakan yang pergi,
belajar percaya pada takdir yang lebih indah
dari semua rencana yang kupendam sendiri.
Jika kau kembali, kupersilakan.
Jika tidak, aku tetap berjalan.
Sebab hatiku akhirnya paham:
yang ditakdirkan tak akan tersesat,
dan yang bukan milikku
akan pergi dengan tenang.
English Translation:
Accept with an Open Heart
If you are truly the best meant for me,
God will never err in placing destiny.
We may no longer exchange greetings,
no longer share our stories,
even be divided by distant continents
and by time that never returns
Yet if your name is written for my heart,
our paths will cross again
without my needing to force fate
without chasing a shadow
that no longer holds my hand
And if it turns out you are not meant for me
no matter how tightly I hold on
you will still slip away.
For God has taught me
that a love not meant to be mine
will never become a home.
Today, I am learning to let go
learning to release what has departed,
learning to trust in a destiny more beautiful
than all the plans I once kept to myself
If you return, I welcome you
If not, I will keep walking
For at last, my heart understands
what is destined will never lose its way
and what is not mine
will leave in peace
No comments:
Post a Comment
the criticism has done me good.