Hari sabtu 16 april 2022, kurang jam 14.00 kurang.
Di rumah yang penuh kenangan, di Hadapan ku ayah menghembuskan nafas terakhir dan ku bisikan di telinga ayah :
"La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah"
Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un
Air mata ku menetes. Aku menangis dan ku cium pipi ayah ku, lalu ku peluk mama.
Ku lihat kakak ku menangis Menjerit jerit beserta keponakan ku.
Aku masuk kamar lalu ku telpon kakak ku yang lain dan keluarga. Ku beri tahu mereka jika ayah sudah tiada lagi.
Kakak ku yg lain masih dalam perjalanan pulang kerumah dan adik ku masih dalam perjalanan pulang membawakan obat yang di pesan keluarga.
Ya Allah itu sungguh peristiwa paling traumatis dalam hidup ku. Sampai saat ini aku masih belum menyangka akan kehilangan Sosok ayah secepat ini.
(Aku tidak sanggup melanjutkan ketikan ini, pasti setiap menulis tentang ayah aku selalu menagis. Aku akan lanjutkan jika sudah siap)
By juniartika manurung