Hey Ph
setelah tujuh bulan kita terpisah
aku kira waktu akan menghapusmu perlahan
seperti ombak yang menelan jejak di pasir
Tapi nyatanya tidak
namamu masih tinggal di sudut hatiku
hadirmu masih sering kuingat
dan diam-diam aku berharap
suatu hari nanti, kamu kembali
Aku ingin meminta maaf,
atas kata-kata yang mungkin melukaimu,
atas sikapku yang tak kau sanggupi lagi
hingga kau berkata…
kau tak mencintaiku seperti dulu
Kita berantem di akhir Oktober 2025
kata-kata tajam saling melukai
emosi menutup semua yang pernah baik
dan tak ada yang benar-benar menang saat itu.
Lalu di awal November
kita benar-benar berpisah
tanpa pesan, tanpa kabar
tanpa lagi komunikasi yang tersisa
Hey Ph
mengapa hatimu sekeras itu kini?
Padahal aku tahu
pernah ada usaha dari kita untuk bertahan
pesan-pesan yang kau kirim
dan aku yang mungkin tak cukup mengerti
Kini kau memilih pergi
tak ingin lagi diganggu olehku
dan aku belajar menerima
meski rasanya belum sepenuhnya mampu
Tuhan…
di tahun ini aku hanya berharap
dipertemukan dengan jodohku
entah dari arah mana ia datang
entah kapan waktunya tiba
Namun jika takdir mempertemukan lagi
dan aku masih sendiri
aku ingin memperbaiki segalanya
tanpa luka, tanpa salah yang sama
No comments:
Post a Comment
the criticism has done me good.