Untuk Ayah, dalam Doa dan Rindu
Ada seuntai rindu
yang tak pernah bisa kutuliskan tuntas
rindu yang diam-diam tumbuh
setiap kali namamu kusebut dalam doa
Sejak Ayah pergi
hari-hariku tak lagi sama
Langit tetap biru
tapi rasanya ada warna yang hilang
dari hidupku
Kadang aku kuat
kadang aku rapuh
karena rindu ini tak pernah benar-benar pergi
Ia tinggal di dada
berdenyut pelan
mengikuti langkahku ke mana pun aku berjalan
Ayah
Aku sering membayangkan
bagaimana jika aku bisa memelukmu sekali lagi
atau mendengar suaramu
yang dulu menenangkan segala takutku
Tapi kini semua hanya memori,
dan memori itu
menjadi doa yang tak pernah putus
Seuntai kata rindu ini, Ayah
kutitipkan pada angin malam
agar sampai ke tempatmu berada
Semoga Allah memelukmu
dengan cinta yang jauh lebih hangat
dari pelukan mana pun di dunia
Translation:
To My Father, in Prayer and Longing
Father…
There is a strand of longing
I can never fully put into words
a longing that quietly grows
each time I whisper your name in my prayers
Since you left
my days have never been the same
The sky remains blue
yet it feels as though a color
has gone missing from my life
At times I am strong
at times I am fragile
for this longing never truly leaves
It settles in my chest
beating softly
following my steps wherever I go
Father
I often imagine
what it would be like to hold you once more
or to hear your voice
that once soothed all my fears
But now, all that remains are memories
and those memories
have become prayers that never cease
These words of longing, Father
I entrust to the night wind
hoping they reach the place where you rest
May Allah embrace you
with a love far warmer
than any embrace in this world
No comments:
Post a Comment
the criticism has done me good.