Aku menaruh harapan di antara bintang,
Berpikir kita bisa bersama di langit yang sama,
Tapi ternyata, angin membawamu pergi,
Dan aku hanya bisa memandangmu dari kejauhan
Harapanku tumbuh, subur dalam sepi,
Namun realita datang dengan suara yang dingin,
Kamu, yang dulu aku impikan,
Kini hanya bayang-bayang yang menjauh,
Menghilang dalam langkahmu yang pasti
Aku terlalu berharap, terlalu menggenggam mimpi,
Padahal kau tak lagi menginginkan aku,
Dan hati ini, yang selalu setia menunggu,
Terkadang merasa lelah, mencari kepastian yang tak kunjung datang
Tapi aku belajar, dari setiap tetes air mata,
Bahwa kenyataan tak selalu harus indah,
Bahwa harapan bisa pergi tanpa suara,
Dan bahwa cinta, kadang, harus pergi agar kita bisa belajar berdiri sendiri
Kini, aku berbagi hati dengan kenyataan,
Menerima bahwa tidak semua yang kita inginkan akan datang,
Namun aku tetap ada, di sini, untuk diriku sendiri,
Karena aku tahu, suatu saat, aku akan menemukan kebahagiaan yang lebih nyata
No comments:
Post a Comment
the criticism has done me good.