Aku rindu sekali pada ayahku,
Kepergiannya meninggalkan duka yang tak terperi,
Luka yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Setiap kali mengingat ayah,
Air mataku tak dapat terbendung,
Banyak janji yang belum sempat aku penuhi,
Banyak yang belum aku tunjukkan padanya.
Kepergian ayah begitu mengejutkan,
Aku masih merasa tidak percaya,
Bukan karena tidak menerima takdir-Mu,
Namun karena aku merasa belum cukup berbakti padanya.
Setelah ayah pergi untuk selamanya,
Barulah aku menyadari betapa beratnya perpisahan ini,
Rindu yang mendalam, yang tak akan pernah terobati,
Semoga kelak kita bisa dipertemukan di Surga-Mu.
Dulu, setiap hari aku memanggil namanya,
"Ayah," begitu sering kuucapkan,
Betapa aku bangga menjadi anaknya,
Bangga memiliki ayah yang penuh tanggung jawab.
Setiap kali memandang fotonya,
Aku teringat saat-saat terakhir bersamanya,
Kenangan itu akan selalu aku simpan,
Hingga akhir hayatku nanti.
Aku takkan pernah lupa padanya,
Malaikat yang gigih berjuang demi kami.
Aku sangat mencintai ayahku,
Ayahku selalu ada di dalam hatiku.
Maafkan anak gadismu, ayah,
Yang belum bisa menjadi anak yang solehah,
Yang belum bisa membahagiakanmu seperti yang kau harapkan.
Ayah, aku sangat merindukanmu.
Maafkan aku yang tak bisa selalu mengunjungimu an berziarah di setiap Jumat,
Maafkan aku, ayah.
Namun, senyuman dan nasehatmu,
Tak pernah aku lupakan dan selalu kuingat.
Ya Tuhan,
Tempatku bersandar, tempat aku memohon,
Hanya kepada-Mu aku titipkan ayahku yang tercinta,
Apapun yang terjadi padaku saat ini,
Aku yakin ini yang terbaik menurut-Mu.
Tuhan, jangan pernah tinggalkan aku,
Berikan aku petunjuk dan arahkan aku pada jalan yang lurus,
Agar aku selalu dekat dengan-Mu.
Ayah, aku sayang padamu,
Aku tegar, ikhlas dengan semua yang terjadi,
Semua ini adalah kehendak-Mu.
Tuhan, jangan pernah tinggalkan aku,
Untuk menghadapi dunia yang penuh ujian ini.
Ayah, aku sangat merindukanmu.
Rindu yang Tak Pernah Usai untuk Ayah
By juny m
No comments:
Post a Comment
the criticism has done me good.