Setelah kepergian ayah tercinta,
Namun, jangan biarkan kesedihan menguasai jiwa,
Karena ayahmu akan selalu ada dalam hatimu, selamanya.
Aku tahu, kehilangan itu sangat berat,
Namun, ingatlah, Juni, kau tidak sendirian,
Setiap air mata yang jatuh, adalah tanda cinta yang dalam,
Dan cinta itu tak akan pernah hilang, meski tubuhnya tiada.
Juni, bangkitlah dari kesedihanmu,
Jangan biarkan luka itu menghalangi langkahmu,
Ayahmu mungkin sudah pergi,
Namun, semangat dan doa-doanya selalu bersamamu,
Menuntunmu, memberi kekuatan dalam setiap langkah hidupmu.
Juni, kau punya hati yang kuat,
Lebih kuat dari yang kau kira,
Meski dunia terasa gelap dan sunyi,
Percayalah, cahaya dari dalam dirimu akan kembali menyinari.
Juni, jangan biarkan kesedihan merantai hidupmu,
Bangkitlah, dan buktikan pada dunia,
Bahwa meski dalam kesedihan, kau tetap bisa bersinar,
Kau hebat, Juni, lebih dari apa yang kau tahu,
Ayahmu akan bangga melihatmu berdiri tegak,
Meneruskan perjuangannya dengan penuh semangat.
Juni, teruslah berjalan, meski pelan,
Setiap langkahmu adalah doa dan harapan,
Jangan takut untuk meraih impianmu,
Karena di setiap detik, ayahmu akan selalu menjadi bagian dari perjalananmu.
No comments:
Post a Comment
the criticism has done me good.