5 Juni kembali lagi setelah setahun berlalu
Tak banyak yang ku panjatkan
Hanya berharap Allah kasih yang terbaik buat ku
Aku tak pernah lagi bahagia merayakannya
semenjak kepergian Ayah ku tercinta
Kepergian Ayah ku adalah luka yang sangat mendalam 🥲
dan belum sembuh sampai saat ini
mungkin sampai akhir hayat ku
Air mata ku mengalir deras
setiap saat mengingat kasih sayang ayah ku
5 Juni yang selalu ku banggakan
Kini tak lagi pernah ku pamerkan
Seaka Aku tak ingin dunia mengetahui nya
Cukup lah diriku dan Tuhan ku
Terimakasih 5 juni yang dulu kita tertawa bahagia bersama merayakan nya
Semakin umur bertambah
Semakin membuat intropeksi diri
Sebenarnya hidup untuk apa?
Banyak lah bersyukur
Mendekatkan diri pada Nya
Adalah obat mengobati luka batin ku
By Juni
No comments:
Post a Comment
the criticism has done me good.