Translate

Monday, January 30, 2023

The Wound Without a Knife



I truly hate the word “use.”
Imagine it happening to you.

Try standing once in my position.
Would you be angry?
Sad?
Crying?
Or disappointed?

You came to me,
and I welcomed you with sincerity
We got to know each other,
you called me a “good friend,”
but not a “best friend

I regarded you as a real friend
but you
you saw me as your enemy

When you laughed
I laughed with you
When you gathered with others
I came along to be by your side
When you were sad and crying
I came to comfort your wounds
I was always there for you.

Whatever I had
I shared with you
I lent things to you
because I hoped our friendship
would stay unbroken

I was deeply hurt
when I realized
I was never your friend
You only took advantage of my kindness

You said “friend,”
yet you used me
I heard those words
fall from your lips
It pierced me

My heart was wounded
by your words

My kindness ends here
You repaid it
with hostility
Still
I forgive you.

This wound is nt made by a knife
but it hurts just the same
the pain of being betrayed
by someone I called a friend

What kind of betrayal is this?

You will learn one day
not from me
for I hold no hatred
no grudge
Time will teach you
And what you sow
you will one day reap

Thank you
You made me reflect
that black and white
do not always stay together




“Luka Tanpa Pisau”

By Juny M

Aku benci sekali kata “memanfaatkan.”
Bayangkan itu terjadi padamu.

Cobalah sekali saja berada di posisiku.
Apakah kau akan marah?
Sedih?
Menangis?
Atau kecewa?

Kau datang padaku,
dan aku menyambutmu dengan tulus.
Kita saling mengenal,
kau menyebutku “teman baik,”
meski bukan “sahabat.”

Aku menganggapmu teman,
tapi bagimu—
aku justru musuh.

Saat kau tertawa,
aku ikut tertawa melihat bahagiamu.
Saat kau berkumpul,
aku datang menemanimu
Saat kau sedih dan menangis,
aku yang menghibur lukamu
Aku selalu ada untukmu.

Apa pun yang kupunya,
aku berbagi denganmu
Aku meminjamkannya,
karena aku ingin silaturahmi kita
tetap terjaga

Tapi aku sangat kecewa
ketika akhirnya kusadari
bahwa aku bukan temanmu
Kau hanya memanfaatkan kebaikanku

Kau bilang “sahabat,”
tapi kau manfaatkan aku
Kata itu
ku dengar sendiri keluar dari bibirmu
Sungguh menyakitkan.

Hatiku terluka
oleh ucapanmu

Kebaikanku cukup sampai di sini
Kau membalasnya dengan permusuhan
Meski begitu
aku tetap memaafkanmu

Walau luka ini bukan dari pisau
sakitnya sama
dikhianati oleh teman sendiri.

Pengkhianatan seperti apa ini?

Kau akan belajar
bukan dariku
Aku tidak benci
tidak menyimpan dendam
Waktu yang akan mengajarkanmu
Dan apa yang kau tanam
itulah yang akan kau tuai nanti

Terima kasih.
Kau membuatku bercermin
bahwa hitam dan putih
tak selalu berjalan bersama








No comments:

Post a Comment

the criticism has done me good.

Janji yang Datang dari Jauh