Translate

Saturday, March 2, 2019

Maafkan Aku Ibu

     

Air mataku
selalu membasahi pipi tanpa henti
setiap kali kuingat semua kesalahanku dulu—
kata-kata kasar yang terucap,
hinaan yang tak pantas didengar.

Aku sangat menyesal.
Aku yang dulu… bukanlah aku yang sekarang.

Dahulu,
akhlakku begitu buruk.
Aku sering membentak saat emosi,
sering berkata kasar.
Aku begitu durhaka padamu, Ibu.
Aku berdosa kepadamu.

Sifat burukku
seakan bersemayam dalam diriku.
Kini aku menyesal.
Maafkan aku, Ibu 😔
diri ini yang selalu berbuat salah,
yang pernah melukaimu.

Maafkan aku, Tuhan.
Atas semua kebodohanku,
atas dosa-dosa yang kini menjadi
penyesalan seumur hidupku.

Tuhanku,
lihatlah diriku yang hina ini.
Wahai Tuhan Yang Maha Pengampun,
ampunilah dosa besarku.

Maafkan aku, Ibu,
yang dulu sering melukai hatimu.
Aku menyesal…
aku bersujud memohon ampun.
Maafkan diriku yang dulu.
Maafkan aku, Ibu.

Aku tersadar dari dosa-dosaku,
aku menyadari semuanya.

Oh Ibuku,
maafkan aku.
Setiap detak jantungku,
setiap langkahku,
doamulah yang selalu membimbingku.

Engkaulah malaikat yang terlihat,
yang selalu mendekapku,
memelukku,
dan mendoakanku dengan tulus.

Saat aku tersesat dan hilang arah,
doamulah yang menolongku.
Engkau tak pernah membiarkanku tenggelam
dalam gelapnya dosa.

Oh Ibuku,
kini aku sadar—
aku dulu begitu bodoh.
Aku bukan siapa-siapa tanpa doamu.

Oh Ibuku,
aku tersadar…
maafkan aku.
Izinkan aku membahagiakanmu.
Terima kasih, Ibu.

— By Juny M



 



No comments:

Post a Comment

the criticism has done me good.

Janji yang Datang dari Jauh