Translate

Friday, September 8, 2017

Dari Kejauhan, Aku Masih Mengingatmu





Bagaimana mungkin aku bisa lupa padamu?
Bagaimana mungkin kisah yang dulu pernah hidup,
bisa begitu cepat terlupakan—
secepat hembusan angin,
hilang tanpa jejak,
hanya karena seseorang baru hadir dalam hidupmu.

Tidak…
Aku bukan wanita jahat.
Aku masih wanita yang sama,
yang dulu pertama kali kau kenal.

Dari Kejauhan, Aku Masih Mengingatmu

Empat tahun telah berlalu,
semua cerita tentang kita
terbang bersama angin rindu.
Tak ada komunikasi,
bahkan kita seperti tak saling mengenal lagi.

Hari-hariku lewat
dengan bayangan wajahmu—
tawa dan candamu masih teringat jelas.

Oh, engkau…
engkau yang dulu pergi begitu cepat,
tanpa pamit, tanpa salam,
menghilang seperti cahaya kilat.

Dari kejauhan…
Aku masih memperhatikanmu,
meski tanpa komunikasi,
meski kita tak pernah bertatap wajah.
Aku masih merindukanmu.

Setiap hari,
aku membuka beranda Facebook-mu.
Aku melihat cerita-ceritamu,
melihat seseorang yang mencintaimu,
melihat kalian bahagia bersama.
Setiap momen kau bagikan,
dan aku, masih memperhatikanmu 🙂.

Aku tidak cemburu melihatmu bersamanya.
Apakah engkau tidak menyadarinya?

Ada seseorang dari kejauhan
yang sangat membencimu waktu itu…
dan kini aku mengerti,
kepergianmu saat itu begitu kusayangkan.

Tahun demi tahun…
Cukup lama kau bersamanya,
tiga tahun menjalin hubungan dengannya.

Lalu tibalah waktunya—
kau kembali dengan status barumu:
single, tanpa pujaan hati.

Seharusnya aku senang,
menunggu bertahun-tahun untuk momen itu.
Seharusnya aku bahagia
karena kau kembali tanpa siapa-siapa.

Tapi terlalu lama aku menunggumu.
Seseorang yang baru hadir,
mengisi kekosongan hatiku,
dan aku membiarkan diriku mencintainya.

Kini engkau kembali…
Aku tahu, aku belum sepenuhnya melupakanmu.
Aku tahu masih ada rasa yang tertinggal.

Tapi dengan seluruh hatiku,
aku memilih untuk melepaskanmu.

Tidak lagi.
Aku tidak akan mencarimu lagi,
wahai engkau yang dulu.

Dan untuk engkau yang baru datang—
aku pun tidak memilihmu.
Aku tidak bersamamu.
Aku bisa mencintaimu…
tapi bukan untuk saat ini.

Biarkan.
Biarkan aku memilih jalanku sendiri.
Semoga engkau mengerti,
keputusanku bukan untuk menyakiti.

By Juny M
SEPTEMBER 06, 2017

NB:
Inilah curahan isi hatiku.
Semua rasa gundah dan galau…
Sudahlah.
Hidup harus terus berjalan.
Jangan mengikat diri pada masa lalu
hanya untuk mengingat luka yang sama.

No comments:

Post a Comment

the criticism has done me good.

Janji yang Datang dari Jauh